Saturday, March 31, 2007

Tangan ini masih terbuka untukmu...

Sabtu, 26 November 2005, satu setengah tahun yang lalu gadis-gadis kecil (Nuril, Eva, Alvin, Nadia, Saida, Fika) dengan raut muka yang fresh dan masih lugu mencoba mengikutiku dengan menggoreskan pensilnya membentuk garis lurus vertikal, horisontal, diagonal dan zig-zag. Dibalik wajah ceria mereka, ada satu rasa yang mungkin sesak kita rasakan. Betapa pilunya seorang anak yang masih usia SD sudah ditinggal oleh Sang ayah dan hanya bisa berbagi keceriaannya dengan single parent (ibu). Bersyukurlah kita masih bisa merasakan kasih-sayang kedua orangtua.

‘Tuk menghibur mereka, setiap akhir pekan Sabtu sore atau Minggu pagi kuajak mereka bermain kerumah. Mereka belajar menggambar, menyulam dan membuat hasta-karya dari bahan-bahan alakadarnya yang kuambil dari keranjang merahku (ada manik-manik, benang, kain perca, stik es krim atau pernak-pernik imut lainnya). Aku kumpulkan anak-anak ini dengan tujuan kelak sudah besar nanti mereka bisa mengembangkan bakat dan karyanya serta menghasilkan sesuatu dari karya mereka.

Alhamdulillah, minggu demi minggu bertambah anak-anak yang bergabung denganku, tak hanya ibnul yataama tapi juga teman-teman sepermainan mereka.

Setelah enam bulan berjalan anak-anak mulai surut karena kegiatan eskul di Sabtu sore. Dan bisa kumaklumi kalo hari Minggu mayoritas dari mereka harus membantu ibu mereka berjualan di Sengkaling.

Sekarang Mba’ I’is (panggilan akrabku di Desa) kangen sekali sama canda kalian juga do’a yang kalian panjatkan sebelum dan sesudah kita berkarya…

Tangan ini masih terbuka lebar tuk kalian yang masih mau belajar…sayang…!

No comments: